Showing posts with label cyber. Show all posts
Showing posts with label cyber. Show all posts

Tuesday, September 27, 2016

Pengertian Lengkap Perang Cyber Cyber Warfare

Pengertian Lengkap Perang Cyber Cyber Warfare


Pengertian Lengkap Perang Cyber ( Cyber Warfare )

Pengertian Lengkap Perang Cyber ( Cyber Warfare )

          Richar A. Clark, seorang ahli dibidang kemamanan pemerintahan dalam bukunya Cyber War (Mei 2010), mendefinisikan Cyber War sebagai aksi penetrasi suatu negara terhadap jaringan komputer lain dengan tujuan menyebabkan kerusakan dan gangguan. Majalah The Economist menjelaskan bahwa cyber war adalah domain kelima dari perang, setelah darat, laut, udara dan ruang angkasa.

         Cyber warfare, (juga dikenal sebagai cyberwar dan Cyberwarfare), adalah perang dengan menggunakan jaringan komputer dan Internet di dunia maya (cyber space) dalam bentuk pertahanan dan penyerangan informasi.

          Cyber warfare juga dikenal sebagai perang cyber mengacu pada penggunaan world wide web dan komputer untuk melakukan perang di dunia maya. Walaupun terkadang relatif minimal dan ringan,  sejauh ini perang cyber berpotensi menyebabkan kehilangan secara serius dalam sistem data dan informasi, kegiatan militer dan gangguan layanan lainnya, cyber warfare berarti dapat menimbulkan seperti risiko bencana di seluruh dunia.

         Maka dari itu banyak sekali bukan kerusakan yang dapat di timbulkan dari perang cyber itu, kita sebagai warga Indonesia yang baik, alangkah baik nya jika kita bisa menggunakan dunia maya atau jejaring internet ini dengan sebaik-baik nya dan menggunakan nya untuk hal-hal positif demi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan nanti.

         Sedikit lagi tambahan dari saya Arul Ajeh, mari lah kita jaga dan lindungi bangsa kita ini dari kerusakan yang tidak kita inginkan di mana depan , karena di Indonesia ini tingkat kriminalitas di dunia cyber nya lumayan besar juga loh dari beberapa info yang Arul Ajeh dapatkan :D

Oke baca juga ya Metode Penyerangan Cyber War pada postingan yang selanjutnya. Oke salah Blogger :D



Available link for download

Read more »

Monday, September 5, 2016

Perang Cyber Terbesar Indonesia Melawan Peretas International

Perang Cyber Terbesar Indonesia Melawan Peretas International


Dalam urusan militer, di tahun 2015 lalu, peringkat Indonesia sudah naik dari kisaran 30-an ke urutan 12 dunia. Oleh karenanya, banyak negara, khususnya Amerika Serikat yang mulai ketar-ketir jika Indonesia benar-benar bangkit dan kembali menjadi “Macan Asia.”

Selain angkatan bersenjatanya, di Tanah Air ternyata juga memiliki ‘tentara’ yang siap berperang jika ada usikan, gangguan atau hal-hal yang meresahkan Indonesia dari luar, yaitu cyber squad atau tentara cyber. Walaupun secara resmi bala tentara ini tidak memiliki legitimasi secara hukum atau berbentuk badan nasional, akan tetapi jumlahnya cukup banyak dan siap menggempur siapa saja yang melangkahi kedaulatan dan harga diri Indonesia.

Berikut ini adalah aksi-aksi para hacker Tanah Air ketika melawan serangan cyber dari luar atau juga saat negara lain ‘mengganggu’ Indonesia.

1. Hacker Indonesia vs Australia

Setelah hariah Australia, The Sidney Morning Herald, mempublikasikan aksi spionase pemerintah dari Negara Kanguru tersebut terhadap Indonesia, kondisi kedua negara menjadi memanas. Masalah ini diperparah dengan serangan defacing, spoofing dan hacking yang mengatasnamakan Anynomous Australia.


Hacker Indonesia vs Australia

Tentu saja tidak mau berpangku tangan saja, banyak hacker Indonesia yang bergerak dalam kelompok atau yang individu melancarkan serangan balasan ke pihak Australia. Hasilnya, ratusan website Australia yang mayoritas milik pribadi atau umum menjadi korban deface, spoofing sampai hacking dengan menghapus databasenya.

Hanya dalam waktu hitungan jam saja, Anonymous Australia memberikan klarifikasi bahwa pihak yang melakukan serangan tersebut memang ada yang berasal dari negara mereka, tapi mereka benar-benar tidak melakukannya. Bahkan Anonymous Australia juga bersedia memberikan bantuan kepada para hacker Indonesia untuk bersama menggempur situs-situs pemerintahan dan memohon agar para peretas dari Tanah Air berhenti menyerang website publik.

2. Hacker Indonesia vs Malaysia

Bukan hanya sekali saja hacker Indonesia berseteru dengan para hacker dari Negeri Jiran, Malaysia. Ada beberapa ‘peperangan’ yang pernah terjadi di antara keduanya. Ketika munculnya hashtag #OpAustralia karena pemerintah Australia melakukan aksi penyadapan dan para hacker Indonesia menggempur website di negara tersebut, muncul satu rumor yang mengatakan bahwa ada oknum yang sengaja memancing di air keruh dan menurut pelacakan IP-nya berasal dari Malaysia.


Hacker Indonesia vs Malaysia

Dikarenakan hal tersebut, para peretas dari Tanah Air berbalik arah untuk melancarkan serangan ke website-website Malaysia dan berimbas pada bertumbangannya banyak sekali situs di Negeri Jiran tersebut. Selain karena kesal karena isu adu domba ini, para hacker Indonesia ternyata mengusung misi lain dalam penyerangannya itu yang didasari oleh rasa tidak senang akan ulah Malaysia yang dengan seenaknya main klaim banyak hal di Indonesia serta perlakuan kasar terhadap para TKI di negara mereka tersebut.

Tentunya, dikarenakan serangan tersebut, beberapa kelompok hacker dari Malaysia juga melancarkan serangan balasan dan aksi defacing, spoofing sampai dengan serangan DDos bermunculan dari kedua negara.Beberapa hari setelah peperangan dilakukan, secara tiba-tiba kedua belah pihak saling mengendurkan serangan dan melakukan wait and see tanpa ada klarifikasi lebih lanjut.

3. Hacker Indonesia vs Bangladesh

Di tengah-tengah banyak umat Islam melaksanakan ibadah puasa, di tahun 2013 lalu ada ‘peperangan’ yang melibatkan hacker-hacker dari Tanah Air melawan peretas dari Bangladesh. Hal ini bermula dari diretasnya banyak sekali situs-situs Indonesia oleh sebuah kelompok hacker dari Bangladesh yang mengatasnamakan dirinya BD Gray Hat Hacker. Dikarenakan tidak memiliki sejarah konfrontasi dan menganggap bahwa hacker dari Bangladesh adalah saudara karena juga rata-rata beragama Islam, beberapa orang dari Indonesia meminta klarifikasi secara langsung ke fanspage BD Gray Hat Hacker. Namun justru pihak BD Gray Hat Hacker menuduh pihak Indonesiaplah yang terlebih dahulu menyerang situs-situs di Bangladesh dan mereka hanya melakukan serangan balasan.


Hacker Indonesia vs Bangladesh

Dikarenakan bukan jawaban yang menyenangkan, melainkan justru terkesan seperti tantangan, akhirnya peperangan tersulut dan website dari kedua belah negara berjatuhan. Selama beberapa hari peperangan antara hacker dari Tanah Air dan dari Bangladesh berlangsung yang pada akhirnya pihak BD Gray Hat Hacker menuliskan status permintaan maaf dan ajakan untuk berdamai di fanspage mereka sendiri yang secara langsung direspon oleh para peretas dari Indonesia. Seketika itu, serangan mulai berhenti.

4. Hacker Indonesia vs Malaysia dan Cina

Di tahun 2009 lalu, ada sebuah serangan beruntun ke ranah internet Indonesia yang dilakukan oleh para peretas dari Malaysia yang mendapatkan dukungan dari para hacker dari Cina. Tentu saja, tidak mau berpangku tangan saja, para peretas dari Indonesia melakukan serangan balasan walaupun mereka dikeroyok para hacker dari 2 negara.


Hacker Indonesia vs Malaysia dan Cina

Aksi tersebut bermula dari direbutnya Sipadan dan Ligitan oleh Malaysia yang akhirnya menaikkan tensi antara kedua negara. Banyak situs-situs dari ketiga negara yang tumbang karena serangan cyber ini. Bahkan kelompok peretas dari Yogyakarta juga memberikan tantangan keras kepada hacker-hacker kedua negara dengan mengatakan, “You want Cyberwarfare?? I give you now. WE ARE READY FOR CYBERNATIC WAR.”

5. Hacker Indonesia vs Myanmar

Bermula dari saling ejek di dunia maya yang diteruskan dengan serangan ke ranah maya Indonesia oleh para peretas dari Myanmar pada tahun 2013 lalu, yang salah satunya adalah dengan melakukan defacing bergambar yang menghina Indonesia serta umat Islam, para hacker di Tanah Air geram dan melakukan serangan balasan. Hanya dalam waktu singkat saja, ratusan website di Myanmar runtuh oleh serangan dari para hacker Indonesia yang secara dilakukan secara serempak dan berkelanjutan. Bahkan, serangan-serangan yang dilakukan hacker dari Indonesia dilakukan secara sporadis tidak mempedulikan apakah website itu milik pemerintah atau umum.


Hacker Indonesia vs Myanmar

Peperangan semakin memanas ketika ada isu yang menyebutkan bahwa serangan para hacker Myanmar mendapatkan bantuan dari para peretas Malaysia. Tentus saja para tentara cyber Indonesia juga melakukan serangan ke dua arah. Walaupun harus membagi kekuatan, namun tidak ada gentar dan rasa takut atau bahkan harus mengaku kalah dari pihak Indonesia.

6. Hacker Indonesia vs Israel

Ketika semakin merananya rakyat Palestina akan kesewenang-wenangan pemerintah Israel, banyak hacker, khususnya hacktivist internasional, Anonymous, mengumandangkan perang terhadap Negara Zionis tersebut dengan menggunakan hashtag #OpIsrael. Tidak hanya dari berbagai negara saja, para peretas dari Indonesia juga turut menyumbang kekuatan dalam menggempur ranah cyber Israel. Akan tetapi, serangan dari Indonesia justru ditanggapi dingin dan dicemooh oleh para peretas dari Israel dengan mengatakan bahwa serangan tersebut hanya sedikit melukai saja dan mirip ulah anak kecil saja.


Hacker Indonesia vs Israel

Tentu saja ungkapan tersebut membuat para hacker dari Tanah Air berang dan semakin bernafsu menggempur Israel. Tidak mau diam saja, beberapa kelompok hacker atau juga yang individu melancarkan serangan balasan ke Indonesia. Walaupun tidak begitu banyak website di Tanah Air yang berhasil rontok, namun hacker Israel merasa bangga akan hal tersebut dan mengakibatkan serangan dari Indonesia semakin gencar dan sporadis.

7. Hacker Indonesia vs Filipina

Sempat reda dan melakukan gencatan senjata setelah beberapa waktu sebelumnya terjadi perang di ranah cyber antara hacker Indonesia dan Filipina, pihak Filipina ternyata membatalkan secara sepihak kesepakatan tersebut dan kembali menyerang secara brutal website-website Indonesia di tahun 2015 lalu. Hal ini mereka lakukan setelah ada kabar tentang penjatuhan hukuman mati dari pengadilan Indonesia terhadap Mary Jane Veloso yang terbukti membawa barang-barang terlarang ke Tanah Air.


Hacker Indonesia vs Filipina

Uniknya, dalam konfrontasi dunia maya setelah terjadinya gencatan senjata tersebut dan serangan-serangan baru, para hacker Indonesia sudah malas menanggapi ancaman dari para peretas Filipina dan hanya beberapa dari mereka yang tetap melakukan serangan balasan. Namun pada akhirnya pihak hacker Filipina meminta maaf kepada Indonesia dan memperbaiki hampir semua website yang telah mereka retas.

Available link for download

Read more »

Saturday, August 13, 2016

Metode Penyerangan Perang Cyber

Metode Penyerangan Perang Cyber


Metode Penyerangan Perang Cyber

Metode Penyerangan Perang Cyber


Pengumpulan Informasi

Spionase cyber merupakan bentuk aksi pengumpulan informasi bersifat rahasia dan sensitif  dari individu, pesaing, rival, kelompok lain  pemerintah dan musuh baik dibidang militer, politik, maupun ekonomi. metode yang digunakan  dengacn cara eksploitasi secara ilegal melalui internet, jaringan, perangkat lunak dan atau computer negara lain. informasi rahasia yang tidak ditangani dengan keamaman menjadi sasaran untu dicegat dan bahkan diubah.

Vandalism

Serangan yang dilakukan sering dimaksudkan untuk merusak halaman web (Deface), atau menggunakan serangan denial-of-service yaitu merusak sumberdaya dari komputer lain . Dalam banyak kasus hal ini dapat dengan mudah dikembalikan. Deface sering dalam bentuk propaganda. Selain penargetan situs dengan propaganda, pesan politik dapat didistribusikan melalui internet via email, instant messges, atau pesan teks.

Sabotase

Sabotase merupakan kegiatan Militer yang menggunakan komputer dan satelit untuk mengetahui koordinat lokasi dari peralatan musuh yang memiliki resiko tinggi jika mengalami gangguan. Sabotase dapat berupa penyadapan Informasi dan gangguan peralatan komunikasi sehingga sumber energi, air, bahan bakar, komunikasi, dan infrastruktur transportasi semua menjadi rentan terhadap gangguan.  Sabotase dapat berupa software berbahaya yang tersembunyi  dalam hardware komputer.

Serangan Pada jaringan Listrik

Bentuk serangan dapat berupa pemadaman jaringan listrik sehingga  bisa mengganggu perekonomian, mengalihkan perhatian terhadap serangan militer lawan yang berlangsung secara simultan, atau mengakibat trauma nasional. Serangan dilakukan menggunkan program sejenis trojaan horse untuk mengendalikan infrastruktur kelistrikan.
Pemerintah federal Amerika Serikat mengakui bahwa transmisi tenaga listrik rentan terhadap  Cyber War.  Departemen Keamanan Dalam Negeri  Amerika Serikat berusaha mengidentifikasi kerentarnan dan membantu industri dalam meningkatkan keamanan sistem kontrol  jaringan listriknya. Pemerintah federal juga bekerja untuk memastikan bahwa jaringan  listrik yang dikembangkan telah menerapkan teknologi “smart grid”  sejak bulan April 2009 lalu. Mantan pejabat kemanan nasional Amerika Serikat melaporkan bahwa Cina dan Rusia pernah menyusup ke jaringan listik AS dan meningglkan program aplikasi yang dapat mengganggu sistem. The North American Electric Reliability Corporation (NERC) juga melaporkannya ke publik dan memperingatkan bahwa jaringan listrik tidak aman terhadap serangan Cyber War. Namun, Cina menyangkal atas berbagai tuduhan penyusupan tersebut.
Kenyataan bahwa cyber warfare menjadi mandala perang baru sudah didepan kita semua.    Penyerangan secara terbatas telah terjadi berkali-kali oleh beberapa negara, kondisi ini dapat  juga diasumsikan sebagai uji coba, namun peperangan yang sesungguhnya dan jauh lebih besar telah dipersiapkan.   Daftar trend ancaman serangan cyber disajikan dalam urutan kecanggihan, dan sesuai dengan urutan kronologis kejadian pada  jaringan komputer yang digunakan antara tahun 1990-an sampai 2008.
  • Internet social engineering attacks.
  • Network sniffers.
  • Packet spoofing.
  • Hijacking sessions.
  • Automated probes and scans.
  • GUI intruder tools.
  • Automated widespread attacks.
  • Widespread denial-of-service attacks.
  • Executable code attacks (against browsers).
  • Techniques to analyse code with Vulnerabilities without source.
  • Widespread attacks on DNS infrastructure.
  • Widespread attacks using NNTP to distribute attack.
  • “Stealth” and other advanced scanning techniques.
  • Windows-based remote controllable Trojans (Back Orifice).
  • Email propagation of malicious code.
  • Wide-scale Trojan distribution.
  • Distributed attack tools.
  • Distributed denial of service (DDoS) attacks.
  • Targeting of specific users.
  • Anti-forensic techniques
  • Wide-scale use of worms.
  • Sophisticated command and control attacks.
Trend ancaman serangan cyber akan berkembang terus sesuai perkembangan teknologi informasi, oleh karenanya perlu melakukan riset terus-menerus untuk mampu mengatasi berbagai teknik, taktik dan, strategi penyerangan cyber yang akan terus berkembang.

Mengantisipasi Cyber War

Sistem internet secara strategis bersifat sangat rentan terhadap gangguan atau serangan, namun merupakan investasi yang menarik  dan diperlukan dalam berbagai bidang kehidupan, sangat sulit mempertahankan diri dari serangan dan gangguan, sehingga perlu persiapan, kewaspadaan dan pertahanan berlapis. Ppenyerangan dapat dilakukan dari negara lain, dan dapat dilakukan oleh non-state actor.   Adapun taktik dan strategi yang digunakan dapat berupa spionase, propaganda, menghentikan operasional internet, memodifikasi data, dan memanipulasi infrastruktur, serta akan terus berkembang, semua ini akan sangat merugikan dan melemahkan sendi-sendi kehidupan negara.
Metode Penyerangan Perang Cyber
Menghadapi era Cyber War  yang sudah didepan mata, maka tidak tepat jika pemerintah melepas begitu saja kepada kemampuan mekanisme pasar, namun pemerintah perlu memikirkan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk melindungi pengguna internet dalam negeri.    Infrastruktur berupa fasilitas komputer super, media broadband dan sumber daya manusia yang mumpuni perlu disiapkan oleh pemerintah, jika tidak ingin sistem internet dan ethernet nasional dikacaukan oleh pihak lain pada suatu saat.  Cyber War tidak hanya terbatas pada kelompok militer, cyber war bisa dalam bentuk kecil dalam suatu negara atau antarnegara.  Di sinilah perlunya awareness nasional harus disebarluaskan dan ditumbuhkan.
AS sebagai negara yang memiliki kemampuan finansial dan menguasai teknologi tinggi, telah mempersiapkan diri menghadapi  cyber war  dengan membangun dalam jumlah banyak komputer super berkemampuan sangat tinggi, media braodband (fiber optic, satelit) dan menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.    Mungkin AS dapat dijadikan sebagai rujukan untuk mengembangkan kemampuan.   Hasil test terakhir lima besar komputer super berkemampuan sangat  tinggi dengan Rmax dan Rpeak yang dinilai dengan ukuran Tera Flops/ 1012 Flops (FLoating point Operations Per Second), nomor 1 sampai 3 diduduki komputer US.     Power data diukur dalam KW untuk seluruh sistem.
Jaguar – Cray XT5-HE Opteron Six Core 2.6 GHz, Cray Inc. super computer berkemampuan sangat  tinggi milik US, merupakan infrastruktur yang dapat digunakan untuk melakukan manouver spionase, propaganda, menghentikan operasional internet, memodifikasi data, dan memanipulasi infrastruktur, secara menyakinkan jauh meninggalkan kemampuan negara-negara lain, terlebih yang tidak memiliki komputer super.
Agar pertahanan menjadi handal dapat diambil kesimpulan bahwa diperlukan suatu kekuatan “prajurit cyber” yang terdiri dari orang-orang yang sangat terampil dan ahli dalam seni Cyber War.   Pemerintah, militer, penegak hukum, inteljen, sektor swasta dan hacker perlu mengambil inisiatif untuk melatih orang-orang mereka di bidang perang cyber.    Ketrampilan yang diperlukan oleh prajurit-prajurit cyber meliputi bermacam-macam  keahlian, namun keterampilan kunci meliputi : keamanan informasi, hacking, spionase, dan komputer forensik.    Kenyataan bahwa penting  memperoleh sistem informasi dalam peperangan cyber, hal ini menunjukkan bahwa keamanan informasi menjadi kunci sukses dari sebuah konflik atau bahkan perang.   Perang cyber telah menjadi perhatian  dunia, kondisi ini telah mempengaruhi perkembangan tentara di banyak negara dan pengembangan teknologi senjata.    Disamping tentara cyber, infrastruktur broadband dan komputer super dengan segala pendukungnya perlu disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan cyber war yang akan terjadi, tanpa infrastruktur yang memadahi maka kita tidak akan mampu berbuat apa-apa jika diserang dan, apakah kita hanya menunggu setelah kejadian baru mempersiapkan segala sesuatunya.    Banyak negara telah menyadari bahwa era cyber war telah dimulai dan mereka berlomba mempersiapkan diri dengan membentuk Cyber SecurityOperations Centre (CSOC) dengan segala perangkat pendukungnya.

Available link for download

Read more »